Lainya

    Agustina Wilujeng: Fokus Kami Menyelamatkan Warga dan Memulihkan Ekonomi Semarang Pasca Banjir

    SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan bahwa penanganan banjir tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan warga. Dalam upaya mempercepat pemulihan pasca banjir, Pemkot Semarang menambah pompa air berkapasitas 1.000 liter per detik sekaligus mendirikan dapur umum dan posko terpadu di kawasan terdampak

    Agustina menegaskan, fokus utama pemerintah kota saat ini adalah keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Kami tidak ingin ada warga yang terabaikan. Semua harus mendapatkan makanan, layanan kesehatan, dan bantuan logistik,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem yang disertai pasang laut menjadi penyebab utama genangan di sejumlah wilayah. Penambahan pompa berkapasitas besar dilakukan untuk mempercepat proses surutnya air.

    “Pompa tambahan ini sudah kami siapkan. Targetnya bisa menguras genangan lebih cepat agar aktivitas masyarakat segera pulih,” katanya.

    Data Pemkot menunjukkan jumlah warga terdampak kini menurun dari 32.000 menjadi 28.000 jiwa. Pemerintah juga bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan untuk membantu distribusi makanan dan obat-obatan.

    “Bersama Korem, Polda, dan BPBD, kami membangun dapur umum di titik-titik yang paling terdampak. Semangat gotong royong inilah yang membuat penanganan cepat,” jelasnya.

    Agustina menambahkan bahwa sektor ekonomi menjadi perhatian serius, sebab ribuan pekerja informal kehilangan penghasilan selama banjir.

    “Pedagang kaki lima, sopir, dan buruh harian adalah kelompok yang paling rentan. Kami akan bantu mereka melalui program padat karya dan pemberdayaan pasca banjir,” tambahnya.

    Pemkot juga mencatat potensi kerugian ekonomi akibat banjir mencapai ratusan miliar rupiah. Distribusi barang terganggu, sementara aktivitas industri kecil dan menengah terhenti.

    “Kami sedang hitung dampaknya. Tapi yang jelas, kita akan bangkit bersama. Pemerintah tidak tinggal diam,” ucapnya.

    Ia juga memastikan bahwa seluruh upaya ini dilakukan tanpa mengganggu prioritas pembangunan jangka panjang. “Kami tetap berkomitmen mewujudkan kota tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

    Wali Kota berharap masyarakat tetap waspada dan saling membantu. “Gotong royong adalah kunci. Kita harus kuat bersama,” pungkasnya.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here