SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memperkuat kesiapsiagaan warga pasca banjir besar yang terjadi akhir Oktober hingga awal November 2025. Melalui BPBD, Pemkot kini fokus membangun sistem tanggap cepat di tingkat kecamatan serta memperkuat sodetan Unissula di kawasan Kaligawe.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, mengatakan banjir yang berdampak pada lebih dari 63.000 warga menjadi peringatan penting untuk memperkuat mitigasi di lapangan.
“Bencana kemarin menjadi evaluasi besar. Kami langsung bergerak memperbaiki sodetan dan menambah pompa di titik rawan,” ujarnya, Selasa (11/11).
Selain memperkuat sodetan, Pemkot menyiapkan posko cepat tanggap di setiap kecamatan terdampak, terutama di Genuksari, Gebanganom, dan Trimulyo. Tim monitoring juga disiagakan 24 jam dengan dukungan alat komunikasi darurat.
“Dalam dua minggu ini, kami fokus pada pembersihan sedimen dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran,” tambah Endro.
Sistem peringatan dini juga diperluas. BPBD bekerja sama dengan BMKG dan operator seluler untuk mengirimkan pesan peringatan (SMS blast) ketika hujan ekstrem terdeteksi.
Langkah mitigasi ini dilengkapi stok logistik darurat berupa sembako, air bersih, selimut, dan obat-obatan. BPBD memastikan setiap kelurahan memiliki cadangan bantuan yang cukup.
“Tidak boleh lagi ada warga yang terisolasi tanpa bantuan logistik,” tegas Endro.
Menurutnya, banjir kemarin disebabkan kombinasi hujan ekstrem dan pasang laut tinggi yang menghambat aliran sungai. Penataan bangunan di bantaran sungai juga menjadi perhatian agar tidak mengganggu aliran air.
Selain itu, warga diminta aktif melapor jika ada galian liar atau tumpukan sampah yang menutup drainase. BPBD telah menyiapkan kanal pelaporan cepat melalui aplikasi resmi Pemkot Semarang.
“Partisipasi masyarakat adalah bagian dari mitigasi. Tanpa kesadaran warga, sistem terbaik pun bisa gagal,” ujarnya.
Pemkot menargetkan dalam satu tahun ke depan, Semarang memiliki sistem mitigasi banjir terintegrasi antara pemerintah, lembaga, dan komunitas warga.
Endro berharap sinergi ini dapat membangun budaya tangguh bencana di seluruh lapisan masyarakat.
Reporter: Ismu Puruhito

