Lainya

    Pemkot Semarang Ajak Warga Berperan Aktif Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

    SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin dalam Pengarahan Kamtibmas dan Siaga Bencana 2025 di Balaikota Semarang.

    Dalam forum tersebut, Iswar memberikan arahan kepada ratusan petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI, serta perangkat kecamatan dan kelurahan.

    “Kebersamaan adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

    Ia menyampaikan bahwa kondisi geografis Semarang yang rawan banjir dan longsor menuntut peningkatan kesiapsiagaan seluruh pihak, tidak terkecuali masyarakat. BMKG telah memprediksi curah hujan tinggi hingga Februari 2026.

    “Kita harus belajar dari peristiwa banjir terakhir,” katanya.

    Iswar mengingatkan bahwa salah satu penyumbang banjir adalah perilaku membuang sampah sembarangan. Ia meminta masyarakat untuk lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan.

    Menurutnya, mengurangi sampah di sungai adalah langkah awal yang bisa dilakukan untuk menekan risiko bencana. Edukasi kepada warga akan terus diperluas melalui kelurahan dan RT/RW.

    “Gerakan masyarakat menjaga sungai adalah bagian penting mitigasi,” ujarnya.

    Selain edukasi, peralatan kebencanaan juga harus disiapkan dengan baik. Ia meminta petugas memeriksa kesiapan alat, mulai dari pompa air hingga kendaraan penyelamatan.

    Iswar juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi antarinstansi, terutama ketika bencana terjadi. Respons cepat disebut sebagai faktor penentu keberhasilan penyelamatan.

    Dalam arahannya, ia membahas pula kesiapan menghadapi keramaian Nataru. Aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat sehingga kewaspadaan terhadap gangguan keamanan harus diperketat.

    “Semua pihak harus mampu memberi rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

    Ia menutup arahannya dengan ajakan agar seluruh elemen bergotong royong menjaga kota. Menurutnya, Kota Semarang hanya bisa tangguh jika masyarakat dan pemerintah bekerja bersama.

    Tag: partisipasi masyarakat Semarang, edukasi mitigasi, menjaga sungai, banjir Semarang, kesiapsiagaan warga, Kamtibmas Semarang

    Reporter: Ismu Puruhito

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here