Lainya

    Modus Baru Penipuan: Foto Wali Kota Agustina Dicatut untuk Aksi WhatsApp, Pemkot Semarang Serukan Edukasi Digital

    SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang kini menggunakan foto Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Kasus ini terungkap setelah beberapa warga melapor menerima pesan mencurigakan melalui WhatsApp.

    Pelaku disebut memanfaatkan foto profil Wali Kota untuk mendapatkan kepercayaan dari target. Mereka kemudian menghubungi korban dengan pesan yang terkesan personal, namun bertujuan meminta data pribadi atau bantuan uang.

    Asisten Pemerintah Sekda Kota Semarang, Mukhamad Khadik, menjelaskan bahwa nomor pelaku menggunakan registrasi palsu yang hanya aktif di aplikasi WhatsApp. “Nomor tersebut tidak muncul di kontak telepon meski diblokir,” katanya.

    Khadik menegaskan bahwa Wali Kota tidak punya kebiasaan menghubungi masyarakat secara pribadi, terutama terkait urusan keuangan. Segala bentuk komunikasi resmi selalu disampaikan melalui kanal institusional.

    Pemkot Semarang menilai fenomena penipuan ini sebagai bentuk kejahatan digital yang semakin berkembang. Pelaku memanfaatkan teknologi untuk memanipulasi masyarakat yang kurang familiar dengan keamanan digital.

    Untuk melindungi warga, Pemkot merilis panduan sederhana dalam menghadapi upaya penipuan tersebut. Langkah pertama, masyarakat ditekankan untuk tidak merespons pesan dari nomor mencurigakan.

    Langkah berikutnya adalah melakukan blokir mandiri melalui aplikasi WhatsApp. Blokir bertujuan menghentikan akses pelaku dan mencegah interaksi lebih jauh.

    Pemkot juga meminta masyarakat aktif melaporkan nomor pelaku kepada pihak berwajib. Laporan cepat akan membantu penyelidikan dan mempermudah proses penindakan.

    Selain itu, warga dianjurkan melakukan verifikasi langsung melalui kanal resmi Pemkot Semarang jika menerima permintaan yang mengatasnamakan pejabat daerah. Verifikasi penting untuk memastikan keaslian informasi.

    Dalam penjelasannya, Khadik menyebut bahwa kasus seperti ini sering muncul karena tingkat literasi digital masyarakat belum merata. Banyak warga yang belum mengetahui ciri-ciri pesan palsu atau rekayasa sosial digital.

    Pemkot Semarang menegaskan akan terus memperluas sosialisasi tentang keamanan digital sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat. Edukasi dilakukan melalui kelurahan, media sosial resmi, hingga komunitas warga.

    Upaya ini dinilai penting mengingat semakin banyak kejahatan siber yang memanfaatkan foto publik figur maupun pejabat untuk melancarkan aksi penipuan. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman lengkap.

    Khadik berharap informasi ini dapat disebarluaskan secara cepat kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Peringatan kolektif dinilai efektif untuk mencegah korban tambahan.

    Pemkot juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan digital. Kolaborasi ini diyakini dapat memperkuat keamanan masyarakat.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here