JAKARTA – Pemerintah Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Kota Semarang berhasil meraih Penghargaan Terbaik III Kategori Creative Financing tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Yogyakarta, Kamis (4/6).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan Kota Semarang dalam mengembangkan berbagai skema pembiayaan pembangunan yang inovatif, sehat, dan akuntabel di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi juga milik seluruh warga Kota Semarang. Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi, inovasi, dan tata kelola pemerintahan yang baik mampu menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
Menurut Agustina, meningkatnya kebutuhan pembangunan perkotaan mengharuskan pemerintah daerah mencari alternatif sumber pendanaan selain mengandalkan pembiayaan konvensional. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang terus mengembangkan berbagai model pembiayaan kreatif guna mempercepat pembangunan, meningkatkan investasi, serta memperluas keterlibatan berbagai pihak tanpa mengurangi kualitas layanan publik.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja unggul, inovasi berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dalam mendukung pembangunan daerah.
“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi, meningkatkan kinerja, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Daerah yang mampu mengelola sumber daya secara kreatif dan akuntabel akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” kata Tito.
Pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri ini semakin memperkuat posisi Kota Semarang sebagai salah satu daerah yang berhasil menerapkan strategi pembiayaan pembangunan yang inovatif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

