Kebumen — Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai membuka peluang kerja sama dengan Australia dalam sejumlah sektor strategis, mulai dari pariwisata, pendidikan, kebudayaan, hingga perdagangan. Penjajakan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, ke Kabupaten Kebumen pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kunjungan itu menjadi agenda resmi pertama Glen Askew di Kebumen. Ia diterima oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Rumah Berdaya, Kompleks Pendopo Kabumian. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen memperkenalkan berbagai potensi daerah yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kemitraan internasional.
Salah satu potensi utama yang dipaparkan adalah Kebumen UNESCO Global Geopark. Kawasan tersebut memiliki kekayaan bentang alam, geologi, budaya, dan kehidupan masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pembelajaran dan penelitian.
Melalui penayangan video profil daerah, delegasi Australia diperkenalkan dengan beragam destinasi di Kebumen. Glen mengaku terkesan setelah mengetahui kabupaten tersebut memiliki kawasan geopark, gua, pantai, dan berbagai bentang alam yang masih terjaga. Ia juga merencanakan kunjungan ke sejumlah destinasi, termasuk Pantai Menganti dan Benteng Van der Wijck.
Selain memperkenalkan potensi wisata, Pemerintah Kabupaten Kebumen turut memamerkan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah. Produk tersebut meliputi batik tulis, kerajinan tangan, serta sejumlah makanan khas seperti lanting dan emping.
Glen bahkan menyempatkan diri mencicipi produk kuliner yang dipamerkan. Perkenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bahwa potensi kerja sama dengan Australia tidak hanya dapat dibangun melalui destinasi wisata, tetapi juga melalui pemasaran produk lokal dan penguatan sektor ekonomi kreatif.
Peluang Promosi Wisata Kebumen
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap hubungan erat antara Indonesia dan Australia dapat diperluas hingga ke tingkat daerah. Australia selama ini menjadi salah satu negara asal wisatawan mancanegara yang banyak berkunjung ke Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Glen menyebut sekitar 1,7 juta warga Australia mengunjungi Bali sepanjang tahun sebelumnya. Besarnya pergerakan wisatawan itu dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi lain di Indonesia, termasuk Kebumen, kepada pasar Australia.
Namun, upaya menarik wisatawan internasional membutuhkan tindak lanjut yang lebih konkret. Promosi destinasi perlu disertai dengan penyediaan informasi berbahasa asing, paket perjalanan, akses transportasi, kesiapan pelaku wisata, hingga penguatan standar pelayanan.
Kebumen sendiri tengah mempersiapkan Kebumen Travel Mart 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di kawasan Benteng Van der Wijck, Gombong. Agenda tersebut akan mempertemukan pelaku wisata, UMKM, penyedia jasa, calon pembeli, dan mitra bisnis melalui kegiatan promosi serta business matching.
Kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu momentum untuk memperluas jaringan pemasaran destinasi dan produk lokal. Selain wisata alam, Kebumen juga memiliki potensi budaya, sejarah, geopark, dan ekonomi kreatif yang dapat ditawarkan sebagai satu rangkaian pengalaman wisata.
Kerja Sama Pendidikan Ikut Dibahas
Sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam pembicaraan kedua pihak. Glen Askew berencana mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Kebumen untuk berdialog secara langsung dengan mahasiswa.
Pertemuan dengan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people links antara Indonesia dan Australia. Hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui diskusi pendidikan, pengenalan budaya, peningkatan kemampuan bahasa, pertukaran pengetahuan, hingga kemungkinan kolaborasi antarlembaga pendidikan.
Selain menyasar perguruan tinggi, pihak Konsulat Jenderal Australia juga memperkenalkan program “Konjen Goes to School”. Melalui program tersebut, perwakilan Australia dapat hadir di sekolah-sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas untuk memperkenalkan Australia, hubungan bilateral kedua negara, serta peluang pendidikan kepada para pelajar.
Kebumen sebelumnya juga telah menjalankan program pendidikan yang berkaitan dengan geopark dan kerja sama akademik. Pada Mei 2026, daerah tersebut menjadi lokasi penyelenggaraan Summer School Kebumen UNESCO Global Geopark yang melibatkan akademisi dan peserta internasional. Program itu mencakup diskusi akademik, kunjungan lapangan, konservasi geologi, pertukaran budaya, dan pembelajaran mengenai pariwisata berbasis masyarakat.
Pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi Kebumen untuk mengembangkan kolaborasi pendidikan dengan mitra Australia. Kerja sama dapat diarahkan pada penelitian geopark, konservasi lingkungan, mitigasi bencana, pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Diharapkan Berlanjut Menjadi Program Konkret
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut baik kunjungan dan berbagai peluang yang dibicarakan. Pemerintah daerah berharap pertemuan pertama tersebut tidak berhenti pada tahap perkenalan, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Potensi kolaborasi dapat mencakup promosi destinasi Kebumen di Australia, pengembangan kapasitas pelaku pariwisata, pemasaran produk UMKM, pertukaran pendidikan, kunjungan akademik, hingga pembukaan jaringan perdagangan. Meski demikian, bentuk dan pelaksanaannya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah daerah, perwakilan Australia, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha.
Dalam pertemuan tersebut, Lilis juga mengundang Glen Askew untuk kembali mengunjungi Kebumen dalam rangka perayaan Hari Jadi Kabupaten Kebumen pada 21 Agustus 2026. Kehadiran perwakilan Australia diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan membuka ruang pembahasan lanjutan mengenai program yang dapat dikerjakan bersama.
Penjajakan ini menunjukkan upaya Kebumen memperluas promosi daerah melalui jalur diplomasi dan kemitraan internasional. Apabila ditindaklanjuti dengan program yang terukur, kerja sama tersebut berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk lokal, sekaligus membuka akses pembelajaran internasional bagi pelajar dan mahasiswa Kebumen.

