Lainya

    Ahli: Aktifkan Jembatan Timbang, Kunci Jaga Umur Jalan di Jawa Tengah

    SEMARANG – Hampir 90 persen jalan provinsi Jawa Tengah kini sudah mantap. Namun, tantangan besar masih ada, terutama dari kendaraan ODOL (over dimension over load) yang mempercepat kerusakan jalan.

    Pengamat transportasi Undip, Dr Yudi Basuki, menekankan pentingnya menghidupkan kembali fungsi jembatan timbang. “ODOL bukan hanya merusak jalan, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Jembatan timbang harus jadi instrumen utama pengawasan,” jelasnya.

    Yudi menyebut, Kementerian Perhubungan sudah mengaktifkan beberapa jembatan timbang di Jateng–DIY, antara lain di Brebes, Batang, Rembang, Boyolali, Banyumas, dan Semarang. Namun, jumlah tersebut masih terbatas dibanding beban lalu lintas yang tinggi.

    Menurutnya, langkah penertiban ODOL harus dilakukan bertahap. “Tidak bisa serta-merta. Harus ada regulasi jelas, edukasi sopir, serta penyadaran pengusaha angkutan,” katanya.

    ODOL, kata Yudi, menimbulkan kerugian berlapis. Selain merusak jalan dan jembatan, juga memperlambat lalu lintas dan menambah biaya perawatan kendaraan.

    Sementara itu, AR Hanung Triyono dari Dinas Pekerjaan Umum Jateng mengungkapkan progres perbaikan jalan terus berjalan. Dari 79 paket pekerjaan, sebagian besar sudah di atas 60 persen.

    Hanung menegaskan bahwa preservasi jalan dengan konstruksi beton di ruas strategis butuh waktu lebih lama. Namun target rampung tetap Desember 2025.

    Ia meminta masyarakat bersabar dengan adanya proyek jalan. “Semua untuk kepentingan bersama. Kami ingin masyarakat punya akses jalan mantap hingga 2026 mendatang,” katanya.

    Zero ODOL dijadwalkan berlaku penuh 2027. Sebelum itu, peran jembatan timbang diharapkan menjadi benteng utama pengendalian.

    Reporter: Raffa Danish

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here