SEMARANG – Musibah kebakaran yang menewaskan Siti Khotimah (66) di Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Agustina Wilujeng meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran.
Saat mengunjungi lokasi kebakaran, Selasa (16/9), Agustina menekankan perlunya sistem antisipasi yang lebih efektif. “Kita akan upayakan pengadaan alat pemadam roda tiga untuk wilayah padat penduduk agar bisa menjangkau lokasi sempit dengan cepat,” ujarnya.
Pemkot telah menyalurkan bantuan darurat melalui Dinas Sosial serta menjadwalkan pembangunan rumah baru melalui Disperkim.
Selain bantuan material, Agustina mengingatkan pentingnya edukasi warga soal bahaya konsleting listrik. “Kebakaran sering terjadi akibat instalasi listrik yang sudah tua. Kita perlu periksa secara rutin,” tegasnya.
BPBD Kota Semarang juga diminta memperbanyak pelatihan penanggulangan kebakaran berbasis masyarakat.
Mei Nur Hidayati, anak korban, berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir di lingkungan mereka. “Semoga warga jadi lebih hati-hati agar tidak ada kejadian seperti ini lagi,” katanya.
Kepala Disperkim, Yudi Wibowo, mengungkapkan rumah akan dibangun kembali dengan nilai bantuan Rp40 juta.
Dinas Sosial memastikan keluarga korban akan terus mendapat bantuan hingga rumah selesai.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam menjaga keselamatan warganya.
Agustina mengajak semua pihak ikut terlibat dalam gerakan pencegahan kebakaran demi menciptakan lingkungan yang aman.
Reporter: Ismu Puruhito

