SEMARANG – Upaya Pemerintah Kota Semarang menata kawasan heritage tidak sekadar menjaga sejarah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan pihaknya menyiapkan skema konektivitas kawasan Semarang Lama agar wisatawan dapat menjelajah lebih luas dan berlama-lama di kota.
Menurut Agustina, jalur yang menghubungkan Kota Lama, Kampung Melayu, Kauman, hingga Pecinan akan memberi pengalaman baru bagi wisatawan. “Semarang tidak berhenti di Kota Lama. Harapannya, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan sekitar sehingga lama tinggal mereka meningkat,” ungkapnya.
Dengan konsep ini, ekosistem pariwisata lokal diyakini akan lebih hidup. Hotel, restoran, pedagang UMKM, hingga komunitas kreatif akan ikut terdorong mendapatkan manfaat ekonomi.
Pemkot Semarang juga memberi perhatian pada aspek infrastruktur, termasuk rencana pembangunan jembatan di sekitar Klenteng Tay Kak Sie. Jalur tersebut akan menjadi simpul koneksi penting yang menghubungkan titik-titik heritage.
Sementara itu, ajang DOSS Photolympic 2025 yang digelar di Kota Lama menjadi momentum lain untuk mengangkat potensi visual Semarang Lama. Ratusan fotografer dari berbagai daerah ikut serta, menghasilkan karya yang menampilkan wajah kota dari perspektif baru.
“Antusias peserta luar biasa. Dari karya foto ini, Semarang bisa dipromosikan lebih luas,” kata Agustina yang menambahkan hadiah khusus Rp10 juta sebagai bentuk dukungan.
Kegiatan semacam ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif bisa berjalan beriringan. Visualisasi kota lewat fotografi mampu menarik wisatawan baru sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai destinasi kreatif.
Ke depan, Pemkot berencana menjadikan konektivitas heritage sebagai strategi utama dalam pariwisata kota. “Kami ingin wisatawan merasa puas, tinggal lebih lama, dan belanja lebih banyak,” ucap Agustina.
Dengan sinergi pembangunan fisik dan dukungan event kreatif, Semarang diharapkan bisa menjadi ikon wisata sejarah dan budaya di Indonesia.
Reporter: Ismu Puruhito

