SEMARANG — Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tugu 2025 pada Selasa (30/9) menjadi momentum penting kolaborasi Pemerintah Kota Semarang dan LPTQ.
Pembukaan dilakukan oleh Kabag Kesra Setda Kota Semarang, Mohammad Ahsan, yang menegaskan bahwa MTQ adalah wadah syiar sekaligus pembinaan karakter generasi muda.
Acara di Aula Kecamatan Tugu dihadiri tokoh penting seperti Ketua LPTQ Kota Semarang KH. Labib Abdullah, Camat Tugu, Kepala KUA, Danramil, dan para lurah.
Ketua Panitia melaporkan lima cabang yang diperlombakan: Tartil, Tilawah, Tahfidz 1 Juz + Tilawah, Tahfidz 5 Juz + Tilawah, serta Kaligrafi Mushaf.
Total peserta mencapai 73 orang yang berasal dari berbagai kelurahan di Kecamatan Tugu.
Camat Tugu, Eko Agus Padang, menyebut pelatihan rutin diperlukan agar para peserta bisa tampil maksimal. Ia mengusulkan adanya pembinaan jangka panjang melalui koordinasi dengan Pemkot.
Kabag Kesra Setda Kota Semarang menekankan bahwa MTQ ini menjadi yang pertama digelar di tingkat kecamatan tahun ini.
Ia berharap para juri bersikap adil, sementara peserta menjunjung tinggi sportivitas.
Ketua LPTQ Kota Semarang, KH. Labib Abdullah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan masyarakat yang terlibat.
Menurutnya, MTQ adalah contoh nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun nilai religius.
Labib juga menegaskan bahwa pemenang di tingkat kecamatan akan menjadi delegasi resmi dalam MTQ tingkat Kota Semarang November mendatang.
Ia berharap peserta Kecamatan Tugu bisa memberi kontribusi prestasi terbaik untuk Kota Semarang.
MTQ ini, tambahnya, bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kecintaan pada Al-Qur’an.

