SEMARANG — Penutupan TPA ilegal di Rowosari, Kecamatan Tembalang, menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Semarang. Warga kini menunggu realisasi janji Wali Kota Agustina Wilujeng yang akan menyiapkan titik-titik TPS baru di wilayah terdampak.
Sejak penutupan dilakukan beberapa waktu lalu, warga sekitar mengaku kesulitan membuang sampah karena tidak ada lokasi resmi yang bisa diakses. Beberapa warga bahkan terpaksa menumpuk sampah di lahan kosong.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Semarang menyampaikan permohonan maaf dan memastikan langkah konkret tengah disiapkan. “Kami sadar dampak penutupan TPA cukup besar. Karena itu, TPS baru akan segera dibangun,” ujarnya di Balai Kota, Jumat (3/10).
Ia menyebut sudah berkoordinasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar penentuan lokasi TPS dilakukan dengan cepat. “DLH saya minta turun langsung ke lapangan untuk memetakan lokasi yang strategis,” lanjutnya.
Menurutnya, setiap titik TPS nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kepadatan penduduk. Agustina menegaskan bahwa keputusan lokasi akan melalui musyawarah bersama warga agar tidak menimbulkan konflik sosial.
“Tidak mudah menentukan titiknya. Harus dipahami, TPS itu berada di area publik, jadi butuh penerimaan warga,” jelasnya.
Di sisi lain, beberapa warga menilai kehadiran TPS baru memang mendesak. “Kalau bisa segera, supaya tidak ada lagi warga yang buang sampah sembarangan,” kata Hadi, warga Rowosari.
Wali Kota pun berharap masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan lingkungan dan menerima rencana penempatan TPS baru, bahkan jika berdekatan dengan permukiman.
Selain persoalan lokasi, Pemkot juga mengevaluasi kinerja petugas pengangkut sampah. Beberapa warga sempat mengeluhkan keterlambatan pengangkutan yang menimbulkan bau tak sedap.
“Saya sudah minta DLH perbaiki sistem kerja petugas agar tidak ada lagi penumpukan sampah berhari-hari,” tegas Agustina.
Pemerintah juga akan meningkatkan frekuensi pengangkutan, khususnya di titik padat penduduk seperti Tembalang, Banyumanik, dan Pedurungan.
DLH akan memperkuat armada pengangkut dengan sistem pengawasan digital berbasis waktu tempuh dan volume sampah.
Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar masalah sampah di Semarang tidak berulang. “Kota bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Wali Kota.
Reporter: Ismu Puruhito

