SEMARANG — Menjelang Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang (PPLHS) yang digelar Selasa, 14 Oktober 2025, Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh kesiapan teknis dan pengaturan lalu lintas berjalan aman dan tertib.
Acara besar ini akan berlangsung di kawasan Tugu Muda dan Museum Mandala Bhakti mulai pukul 18.00 WIB dengan konsep baru yang lebih megah dan interaktif.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengonfirmasi adanya pengalihan arus dan penutupan jalan sementara di beberapa ruas utama.
“Rekayasa lalu lintas akan dimulai pukul 17.00 WIB hingga acara selesai. Kami ingin masyarakat tetap nyaman dan aman,” ujarnya.
Beberapa ruas yang ditutup antara lain Jl. Pandanaran, Jl. Dr. Soetomo, Jl. Pemuda, dan Jl. Mgr. Soegijopranoto. Dishub juga menyiapkan titik parkir resmi di Pasar Bulu, Kampus Udinus, Gereja Katedral, dan ruko sekitar Pandanaran.
“Seluruh titik parkir sudah kami siapkan petugas pengatur lalu lintas. Kami mengimbau warga datang lebih awal,” tambahnya.
Sementara itu, Puspita Rini, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos, mengatakan peringatan tahun ini akan tampil lebih meriah. “Kami tampilkan kolaborasi seni, tari, dan orkestra agar generasi muda lebih tertarik mengenal sejarah perjuangan,” jelasnya.
Pemerintah Kota melibatkan 1.900 peserta dari berbagai unsur, termasuk komunitas seni dan pelajar.
Selain Dishub, kegiatan juga mendapat dukungan Disbudpar dengan acara musik keroncong dan Dinas Arpus melalui pameran arsip dan pemutaran film dokumenter perjuangan.
Atraksi utama PPLHS akan menghadirkan Teater Pitulas dengan pertunjukan kolosal “Pertempuran Tugu Muda 1945” dan kembang api penutup.
Kepala Dishub kembali menegaskan pentingnya koordinasi masyarakat selama acara berlangsung. “Kami ingin PPLHS tidak hanya aman tapi juga tertib. Ini hajatan sejarah kita bersama,” ujarnya.
Selain menjaga kelancaran arus, Dishub juga memasang rambu pengalihan digital melalui variable message sign (VMS) di sejumlah titik kota.
Warga yang tidak menghadiri acara dapat mengikuti siaran langsung melalui kanal media sosial resmi Pemkot Semarang.
Pemerintah berharap peringatan tahun ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan nilai perjuangan dan kebanggaan terhadap Kota Semarang.
Reporter: Raffa Danish

