SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang tidak hanya menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui program Keluarga Cemara.
Wali Kota Agustina Wilujeng menyebut, pencegahan stunting harus menyasar akar masalah, yaitu perilaku dan pola asuh. “Keluarga Cemara mengajak ibu hamil dan remaja memahami pentingnya gizi sejak dini,” jelasnya.
Program ini melibatkan tenaga kesehatan yang memantau kondisi ibu dan balita. Ada pula kelas interaktif yang mengajarkan cara mengatur pola makan, sanitasi, dan persiapan persalinan sehat.
Hesti (42), peserta kegiatan, mengaku mendapatkan wawasan baru. “Saya belajar bagaimana makan yang seimbang supaya bayi sehat. Senam hamil juga membantu,” tuturnya.
Sementara Rita (35) menilai program ini memberikan motivasi bagi orang tua untuk lebih peduli. “Saya jadi rutin membawa anak cek tumbuh kembang,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung di berbagai kelurahan, termasuk Krobokan, dengan target ratusan ibu hamil dan ibu balita.
Selain itu, pemerintah menyediakan suplemen gizi, vitamin, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Semua dilakukan gratis sebagai bentuk komitmen Pemkot Semarang.
Agustina menegaskan, pendekatan edukasi ini penting untuk membentuk generasi bebas stunting.
“Jika ibu dan keluarga teredukasi dengan baik, maka kita akan mencetak anak-anak yang sehat dan cerdas,” kata Agustina.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, angka stunting diharapkan terus turun hingga Semarang menjadi kota zero stunting.
Reporter: Ismu Puruhito

