SEMARANG – Semarang Agro Expo 2025 menghadirkan nuansa berbeda dengan beragam lomba edukatif yang menyasar generasi muda. Event yang digelar di BPP Mijen pada 12–14 September 2025 ini dihadiri ratusan siswa SMP yang mengikuti lomba Ndongeng Tani.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, mengatakan lomba ini bertujuan menanamkan kecintaan pada dunia pertanian sejak dini. “Kami ingin anak-anak melihat bertani sebagai profesi mulia dan menjanjikan,” ujarnya.
Selain lomba mendongeng, panitia juga menggelar lomba merangkai bucket empon-empon bagi PKK, kontes ternak, hingga talkshow interaktif tentang ketahanan pangan.
Pengunjung diajak melihat langsung pameran produk segar, teknologi alsintan, serta inovasi pertanian yang bisa diterapkan di rumah.
“Melalui acara ini, generasi muda bisa belajar tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan. Mereka juga bisa berinteraksi langsung dengan petani dan pelaku UMKM,” lanjut Shoti’ah.
Tema “Bertani Untuk Masa Depan, Menjaga Ketahanan Pangan Berkelanjutan” menjadi pesan utama yang disampaikan selama expo berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat, terutama anak muda, bahwa pertanian bukan hanya pekerjaan konvensional, tetapi juga sektor yang modern dan potensial.
Dengan adanya pameran ini, Pemkot Semarang berharap tumbuh bibit-bibit petani milenial yang siap melanjutkan estafet ketahanan pangan.
Reporter : Raffa Danish

