Lainya

    Pemkot Semarang dan Ilkom Undip Bersinergi Edukasi Publik Lewat Kampanye #Ngadudilaporsemar

    SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kampanye kreatif bertajuk #Ngadudilaporsemar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kanal pengaduan publik Lapor Semar Solusi AWP.

    Kegiatan yang berlangsung di CFD Simpang Lima ini menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun partisipasi masyarakat.

    Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan masih rendahnya tingkat pemanfaatan kanal aduan oleh warga. “Dari 100 responden, hanya 40 persen yang tahu kanal ini dan hampir 75 persen belum memahami cara melapor,” ungkapnya.

    Menurut Yudi, kerja sama dengan akademisi Ilmu Komunikasi Undip penting untuk menghadirkan strategi komunikasi publik yang efektif. “Kampus punya kreativitas dan pendekatan humanis untuk mengedukasi masyarakat,” katanya.

    Dalam kampanye tersebut, warga diajak mengenal kanal Lapor Semar melalui pertunjukan seni, aksi teatrikal, dan permainan interaktif.

    “Pendekatan kreatif ini membuat warga lebih mudah memahami fungsi kanal aduan,” jelas Ririn Kartika, dosen Ilmu Komunikasi Undip yang turut menjadi penggagas acara.

    Data dari kanal Lapor Semar menunjukkan bahwa selama Oktober, 61 laporan banjir diterima dan semuanya ditindaklanjuti oleh perangkat daerah.

    Masyarakat kini bisa melapor dengan mudah melalui situs resmi, WhatsApp, atau aplikasi mobile. Semua laporan akan termonitor secara transparan.

    Acara ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa. “Mahasiswa bisa mengamati bagaimana komunikasi publik dilakukan di ruang nyata,” tambah Ririn.

    Sementara itu, Yudi berharap kolaborasi dengan Undip dapat terus berlanjut ke tingkat komunitas dan sekolah. “Edukasi digital harus berkelanjutan, tidak cukup satu kali,” tegasnya.

    Warga yang hadir pun antusias. Siti (33), warga Tlogosari, menilai kegiatan ini menyenangkan. “Biasanya kampanye pemerintah itu kaku, tapi yang ini kreatif dan mudah dipahami,” ujarnya.

    Melalui kampanye ini, Pemkot Semarang menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pengaduan publik yang cepat tanggap dan partisipatif.

    “Setiap laporan warga adalah dasar keputusan kebijakan kami. Semakin aktif masyarakat melapor, semakin cepat kami bisa bertindak,” tutup Yudi.

    Reporter: Ismu Puruhito

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here