SEMARANG — Semarang Agro Expo (SAE) 2025 yang digelar di UPTD Agrobisnis Mijen, resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, Jumat (12/9). Pameran ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan di Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Iswar menyebut SAE tahun ini menghadirkan 37 tenant dari kelompok tani, UMKM, akademisi, komunitas wanita tani, hingga pihak swasta.
“Kami ingin SAE menjadi ruang temu bagi semua pemangku kepentingan pertanian, dari petani, pengusaha, hingga akademisi,” katanya.
Menurutnya, acara ini bukan hanya pameran produk, tetapi juga sarana mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dan investor.
Acara ini turut menghadirkan program-program edukasi, lomba dongeng tani, kontes ternak, hingga pelatihan yang mendorong inovasi pertanian di tingkat lokal.
Iswar menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang inklusif agar sektor ini mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota.
“Pertanian perkotaan harus dikelola secara modern, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pasar,” lanjutnya.
Pemerintah juga berkomitmen memperkuat dukungan berupa akses pasar, pembiayaan, dan teknologi agar petani semakin produktif.
Dengan sinergi semua pihak, Iswar optimistis SAE akan menjadi agenda tahunan yang mendorong pertanian Semarang semakin maju.
Reporter : Raffa Danish

