SEMARANG – Kota Semarang mencatat 2.112 balita stunting atau 2,77 persen dari total balita hingga Agustus 2025. Angka ini menjadi dasar Wali Kota Agustina Wilujeng meluncurkan program KELUARGA CEMARA untuk mempercepat penurunan stunting.
Program diluncurkan di Puskesmas Kedungmundu, Rabu (10/9), dengan melibatkan berbagai instansi. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak,” ujar Agustina.
KELUARGA CEMARA dirancang menyasar remaja, ibu hamil, dan ibu balita. Edukasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian suplemen jadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Agustina menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Menurutnya, upaya terbaik adalah mencegah balita masuk kategori stunting.
Selain aspek kesehatan, Pemkot juga memperhatikan sanitasi. Pembangunan infrastruktur lingkungan menjadi bagian dari strategi menurunkan angka stunting.
“Tidak hanya soal makanan sehat, tetapi juga air bersih dan sanitasi yang layak. Semua saling terkait,” jelasnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah ibu menyatakan terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis dan kelas edukasi.
Target Pemkot Semarang adalah mencapai zero stunting secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan.
“Harapan kami, melalui program ini grafik stunting terus turun hingga akhirnya Semarang benar-benar bebas stunting,” ujar Agustina.
KELUARGA CEMARA diharapkan menjadi model penanganan stunting berbasis kolaborasi yang bisa ditiru daerah lain.
Reporter: Ismu Puruhito

