SEMARANG – Perjalanan Kota Semarang untuk mewujudkan lingkungan kota yang sehat dan ramah bagi warganya kembali mendapat pengakuan nasional. Dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat dan STBM Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI, Kota Semarang sukses meraih predikat Swasti Saba kategori Wiwerda, salah satu kategori tertinggi dalam penilaian kota sehat.
Penghargaan tersebut diumumkan secara resmi dan diikuti Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, yang mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng. Agustina menyampaikan rasa bangga atas capaian ini, mengingat penghargaan tersebut melalui proses penilaian yang ketat dan panjang.
Ia menyoroti proses verifikasi yang berlangsung dalam dua tahap, yakni administrasi dan lapangan. Tim nasional meninjau 15 lokasi yang mencerminkan penerapan sembilan tatanan kota sehat, mulai dari permukiman sehat, fasilitas pendidikan, fasilitas umum, kawasan industri, hingga upaya penanganan bencana dan sanitasi.
Menurut Agustina, keberhasilan ini tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat yang semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan. Pemerintah kota bersama masyarakat secara konsisten mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung pencapaian kota sehat.
Di antara lokasi verifikasi, kawasan yang mendapat perhatian khusus adalah kampung tangguh bencana, bank sampah, rumah gizi, fasilitas pengolahan air minum, dan ruang publik yang ramah keluarga. Lokasi-lokasi tersebut dijadikan penilaian karena mampu menunjukkan kolaborasi nyata antara Pemkot dan masyarakat.
Agustina menegaskan bahwa Semarang berkomitmen menjalankan program kota sehat secara berkelanjutan. Ia menyebut bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi agar kualitas lingkungan semakin ditingkatkan.
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat bahwa program-program kesehatan berbasis komunitas telah menunjukkan dampak positif. Rumah gizi, pelatihan kader kesehatan, kampung tematik, hingga penguatan sanitasi masyarakat terus menjadi bagian dari strategi pembangunan kota.
Selain itu, upaya mengintegrasikan aspek kesehatan ke dalam kebijakan pembangunan fisik juga diperkuat. Ruang publik kini difungsikan tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan, aktivitas fisik, dan interaksi sosial.
Dengan diraihnya Swasti Saba Wiwerda, Kota Semarang dinilai mampu menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan aspek kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Semarang kembali masuk dalam jajaran kota sehat nasional.
Agustina berharap seluruh unsur masyarakat dapat mempertahankan budaya hidup bersih dan sehat. Ia menekankan bahwa kota sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat.
Ia optimis bahwa Semarang dapat melangkah ke tingkat selanjutnya dengan memperluas inovasi dan mengintegrasikan teknologi untuk sistem kesehatan lingkungan kota. Dengan demikian, Semarang dapat menjadi kota berkelanjutan yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan ini juga memperkuat citra Semarang sebagai kota yang memiliki tata kelola baik dan peduli pada kualitas hidup masyarakatnya. Ke depan, Pemkot Semarang akan memperkuat fokus pada pengendalian lingkungan, pengelolaan sampah, dan peningkatan sanitasi.
Penutup acara penghargaan menegaskan kembali bahwa kota sehat memerlukan komitmen bersama. Kota Semarang dinilai sudah berada di jalur yang tepat dengan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap program kesehatan.
Reporter: Raffa Danish

