SEMARANG — Kawasan Kota Lama Semarang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan. Gereja Blenduk, ikon arsitektur kolonial berusia lebih dari dua abad, kembali dibuka setelah menjalani rehabilitasi oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp28 miliar.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang meresmikan secara langsung, menyebut momentum ini sebagai langkah penting dalam mendorong pariwisata sekaligus menjaga warisan sejarah.
“Gereja Blenduk adalah magnet wisata Kota Lama. Hampir semua pengunjung pasti singgah untuk melihat dan berfoto. Kini setelah direstorasi, daya tariknya semakin kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kota Lama dalam lima tahun terakhir berhasil menarik lebih banyak wisatawan dibanding Borobudur. “Ini menunjukkan bahwa heritage bisa menjadi lokomotif ekonomi,” kata Iswar.
Kehadiran Gereja Blenduk yang direstorasi diharapkan mendorong geliat UMKM, kuliner, hingga ekonomi kreatif di sekitar kawasan Kota Lama.
Menurutnya, ikon heritage bukan hanya milik umat tertentu, tetapi kebanggaan seluruh warga. “Ini simbol persatuan dan toleransi,” jelasnya.
Proses restorasi dilakukan hati-hati agar detail arsitektur klasik tetap terjaga. “Membangun heritage membutuhkan ketelitian tinggi. Kami bersyukur pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” lanjutnya.
Dengan dibukanya kembali Gereja Blenduk, Pemkot Semarang menargetkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan meningkat di akhir 2025.
“Semakin banyak wisatawan datang, semakin kuat pula kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian Semarang,” tegas Iswar.
Reporter: Ismu Puruhito

