Lainya

    Pemkot Semarang Tertibkan 57 PKL di Kaligawe untuk Antisipasi Banjir

    SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menertibkan sedikitnya 57 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran air Jalan Kaligawe. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung rencana normalisasi saluran sekaligus mengantisipasi potensi banjir saat musim penghujan.

    Penertiban menyasar lapak pedagang yang berada di depan bekas Terminal Terboyo hingga sepanjang saluran air di kawasan Kaligawe. Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan lokasi sebelum pekerjaan normalisasi dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

    Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan dukungannya terhadap rencana normalisasi saluran air di kawasan tersebut. Menurutnya, pembenahan infrastruktur drainase menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko luapan air, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

    Normalisasi direncanakan berlangsung sepanjang kurang lebih empat kilometer, mulai dari kawasan Terboyo hingga perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak.

    Agustina menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar penanganan banjir di Kaligawe dapat berjalan optimal. Melalui normalisasi tersebut, fungsi saluran diharapkan kembali maksimal dalam mengalirkan air.

    “Penanganan banjir membutuhkan kerja bersama. Kami mendukung rencana Kementerian PU melakukan normalisasi saluran Kaligawe. Upaya ini penting untuk memperbaiki fungsi saluran dan mengurangi potensi luapan air saat musim penghujan,” ujarnya.

    Normalisasi saluran ditargetkan selesai akhir Desember

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Kusnandir, menjelaskan bahwa penanganan terhadap puluhan PKL dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Kecamatan Genuk.

    Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana pekerjaan normalisasi. Penyiapan area saluran ditargetkan rampung pada pekan ini agar proyek dapat segera dimulai.

    Kementerian PU merencanakan pekerjaan fisik normalisasi pada pekan depan dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026.

    Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pengerukan sedimentasi lumpur, pembersihan sampah, serta penguatan pondasi di sisi kiri dan kanan saluran. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan meningkatkan kapasitas saluran dalam menampung debit air.

    Upaya mengurangi risiko banjir di Kaligawe

    Kawasan Kaligawe selama ini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan banjir di Kota Semarang. Karena itu, pembenahan saluran air dinilai penting untuk mengurangi potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun mobilitas kendaraan.

    Melalui normalisasi ini, pemerintah berharap aliran air dari kawasan Terboyo hingga perbatasan Demak dapat berjalan lebih lancar. Pembersihan sedimentasi dan sampah juga menjadi bagian penting agar saluran tidak mengalami penyumbatan.

    Pemkot Semarang berharap pekerjaan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pengurangan risiko banjir, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Kaligawe.

    Selain dukungan pemerintah, pemeliharaan saluran air juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga fungsi drainase tetap optimal.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here