Lainya

    Brebes Dibidik Jadi Kawasan Industri, Ahmad Luthfi Siapkan Strategi ala Vietnam

    SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan strategi baru untuk mempercepat pengembangan kawasan industri dengan mengadopsi pola yang diterapkan Vietnam. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik investasi, memperkuat sektor manufaktur, serta mempermudah investor dalam merealisasikan kegiatan usahanya.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pendekatan Vietnam dinilai menarik karena pengembangan kawasan industri tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan. Pemerintah juga memastikan kesiapan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari infrastruktur, perizinan, rantai pasok bahan baku, hingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

    Menurut Luthfi, pola tersebut akan dicoba untuk diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang telah mengajukan pengembangan kawasan industri baru, pemerintah akan mengkaji tiga hingga empat lokasi untuk diformulasikan menggunakan pendekatan serupa.

    Brebes menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kandidat pengembangan tersebut.

    “Ini yang nanti kita coba replikasikan di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang sudah mengajukan kawasan industri baru, ada 3 sampai 4 titik akan kita coba formulasikan seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes,” kata Luthfi di Semarang, Senin (2/11/2026).

    Brebes Berpeluang Jadi Lokasi Kawasan Industri Baru

    Masuknya Brebes dalam daftar kandidat menjadi bagian dari rencana pemerataan pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan kesiapan lokasi dan berbagai aspek pendukung sebelum menentukan kawasan yang akan dikembangkan.

    Melalui pendekatan terintegrasi, pemerintah ingin memastikan calon investor memperoleh kepastian dan kemudahan sejak tahap awal penanaman modal.

    Kesiapan lahan, infrastruktur, perizinan, pasokan bahan baku, serta tenaga kerja menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, kawasan industri tidak hanya dibangun sebagai tempat berdirinya pabrik, tetapi juga memiliki ekosistem yang mendukung keberlangsungan kegiatan produksi.

    Pola tersebut diharapkan dapat mengurangi berbagai hambatan yang selama ini berpotensi memperlambat realisasi investasi.

    Bagi daerah seperti Brebes, rencana pengembangan kawasan industri juga membuka peluang untuk memperluas aktivitas ekonomi, meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, serta mendorong tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan.

    Kerja Sama Jateng dan Vietnam Buka Peluang Investasi

    Rencana pengembangan kawasan industri tersebut turut berkaitan dengan penguatan kerja sama antara Jawa Tengah dan Provinsi Quang Ninh, Vietnam.

    Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menjelaskan bahwa tim Pemprov Jateng sebelumnya telah melakukan kunjungan ke Vietnam untuk menjajaki kerja sama sister province.

    Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi Jawa Tengah kepada calon mitra dari Vietnam.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jateng menggelar pertemuan dengan sejumlah calon investor dan menjajaki peluang kerja sama antarpelaku usaha atau business to business (B2B).

    Hasil penjajakan tersebut menghasilkan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) serta letter of intent (LoI), dengan potensi investasi keseluruhan mencapai Rp9,7 triliun.

    Potensi Investasi Rp9,7 Triliun dari Sejumlah Perusahaan

    Urip mengungkapkan, potensi investasi tersebut berasal dari beberapa perusahaan yang menyampaikan rencana penanaman modal di Jawa Tengah.

    Salah satunya perusahaan besar di bidang garmen yang direncanakan menanamkan investasi sekitar Rp4,6 triliun. Perusahaan tersebut menargetkan pelaksanaan groundbreaking pada Desember 2026.

    Selain itu, perusahaan asal Vietnam yang sebelumnya telah memiliki industri di Jepara berencana melakukan ekspansi ke wilayah lain di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun. Perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi sepatu, tas kulit, dan minyak wangi.

    Sementara itu, perusahaan asal Tiongkok juga menjajaki rencana relokasi industri ke Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,17 triliun.

    Berbagai rencana tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Jawa Tengah untuk memperluas basis industri manufaktur melalui kerja sama dengan investor dari berbagai negara.

    Meski demikian, nilai Rp9,7 triliun tersebut merupakan potensi investasi hasil penjajakan dan komitmen yang disampaikan perusahaan, sehingga realisasinya tetap bergantung pada proses lanjutan dan kesiapan masing-masing proyek.

    Pemprov Jateng Perkuat Daya Saing Investasi

    Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan ekonomi Jawa Tengah.

    Untuk menjaga daya tarik tersebut, pemerintah daerah terus memperhatikan sejumlah faktor, termasuk kondusivitas wilayah, kemudahan perizinan, ketersediaan infrastruktur, serta kesiapan tenaga kerja.

    Pengembangan kawasan industri dengan pendekatan terintegrasi diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya saing investasi daerah.

    Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, Jawa Tengah berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi industri di Indonesia.

    Selain mendorong masuknya modal baru, pengembangan kawasan industri juga diharapkan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan usaha lokal, hingga peningkatan aktivitas sektor perdagangan dan jasa.

    Dengan Brebes sebagai salah satu kandidat, pemerintah kini memiliki pekerjaan lanjutan untuk memastikan kesiapan kawasan dan dukungan infrastruktur sebelum rencana pengembangan industri tersebut direalisasikan.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here